BANDUNG — Maung Pajajaran News | Dunia seni rupa di Bandung kembali menggeliat. TIMUR ART GLOBAL akan menggelar Painting Fair, pameran sekaligus bursa lukisan perdana di Teras Sunda Cibiru, Jalan Cipadung, Cibiru, Bandung Timur.
Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 13 hari, mulai 22 September hingga 4 Oktober 2026, dan dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.
Painting Fair ini menghadirkan ratusan karya seni lukis yang dapat dinikmati masyarakat. Selain pameran dan bursa lukisan, panitia juga menyiapkan berbagai aktivitas bagi pengunjung, termasuk door prize dan hadiah langsung.
Menariknya, para pelaku seni lukis juga diberikan kesempatan untuk mendaftarkan karyanya secara gratis dalam kegiatan tersebut.
Ketua TIMUR ART GLOBAL, Susentono Seno, mengatakan Painting Fair di Teras Sunda Cibiru diharapkan menjadi langkah awal untuk kembali menghidupkan aktivitas seni sekaligus membuka peluang penyelenggaraan kegiatan serupa di berbagai wilayah.
“Usai menggelar acara di Babakan Siliwangi dengan berbagai event, sekarang Timur Art Global menggelar acara di Teras Sunda Cibiru yang sebelumnya sempat vakum. Sebetulnya Timur Art Global efektifnya mulai tahun 2018, berbarengan dengan diresmikannya Teras Sunda Cibiru. Sekarang kami mulai mengadakan acara perdana di Teras Sunda Cibiru, karena di sinilah kelahiran Timur Art Global,” ujar Susentono Seno.
Menurutnya, TIMUR ART GLOBAL menjadi salah satu komunitas seni yang sejak awal turut meramaikan Teras Sunda Cibiru. Anggotanya pun tidak hanya berasal dari Kota Bandung, tetapi juga dari berbagai daerah.
“Bisa dikatakan Timur Art Global itu seniman pertama yang merapat ke Teras Sunda Cibiru. Komunitas seninya juga bukan dari Bandung semua, melainkan dari luar Bandung juga ada. Makanya namanya Timur Art Global, lebih ke timur Kota Bandung,” imbuhnya.
Susentono Seno juga menceritakan sejarah berdirinya TIMUR ART GLOBAL. Menurutnya, komunitas tersebut dirintis oleh pelukis senior almarhum Gagan Gandara, yang menjadi salah satu perintis sekaligus pendirinya.
Setelah Gagan Gandara meninggal dunia, Susentono Seno dipercaya untuk melanjutkan kepemimpinan komunitas tersebut. Namun, aktivitas TIMUR ART GLOBAL sempat terhenti akibat kesibukan dan pandemi COVID-19.
“Sejarahnya Timur Art Global atau perintisnya itu pelukis senior yaitu almarhum Gagan Gandara. Beliau yang bisa dikatakan perintis dan pendirinya. Sepeninggal beliau saya dipercaya untuk mengetuai. Waktu itu saya masih aktif di Sanggar Olah Seni Babakan Siliwangi, kemudian ada pandemi COVID-19 sehingga sempat vakum,” ungkapnya.
Setelah itu, pada Agustus tahun lalu, Susentono bersama sejumlah rekan seniman kembali membahas upaya mengaktifkan TIMUR ART GLOBAL. Dari pertemuan tersebut muncul kesepakatan untuk kembali menggelar kegiatan seni di Teras Sunda Cibiru.
“Bulan Agustus kami bertemu dengan rekan-rekan Timur Art Global untuk mengaktifkan kembali di Teras Sunda Cibiru. Kami setuju membuat aktivitas kembali dengan pameran di Teras Sunda Cibiru, karena ini pameran perdana yang belum pernah terselenggara,” katanya.
Lebih jauh, Susentono menjelaskan bahwa Painting Fair tidak hanya ditujukan sebagai tempat memamerkan dan menjual karya seni. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang pertemuan antara kreator, kolektor, dan masyarakat.
“Pameran itu selain kita mencoba memediasi antara kreator dan kolektor, walaupun sekarang segmennya masih menengah karena konsepnya masih ke bursa lukisan,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mengaktifkan kembali hubungan dan silaturahmi antarseniman, khususnya para pelaku seni di wilayah Bandung Timur.
Ke depan, TIMUR ART GLOBAL juga berharap Teras Sunda Cibiru dapat memiliki agenda seni secara rutin, mulai dari bimbingan melukis, melukis bersama, hingga edukasi seni bagi masyarakat.
“Kami berharap di Teras Sunda Cibiru ini ada agenda rutin untuk bimbingan lukis, melukis bersama sambil memberikan edukasi tentang seni kepada masyarakat dan memberikan pendidikan seni rupa, mulai dari anak usia dini dan tidak terpaku usia,” pungkas Susentono Seno.
Dengan hadirnya Painting Fair tersebut, Teras Sunda Cibiru diharapkan kembali menjadi salah satu ruang berkumpulnya para seniman, kreator, kolektor, sekaligus masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat dunia seni rupa.
* Redaksi