‎

‎SUMEDANG | Maung Pajajaran News — Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir membuka Homecoming Festival Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Padjadjaran (Unpad) 2026 yang berlangsung di Balai Sawala Rektorat Unpad, Jatinangor, Sabtu (19/9/2026).

‎

‎Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-69 Universitas Padjadjaran sekaligus menjadi momentum bagi alumni lintas generasi untuk kembali ke almamater, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan.

‎

‎Dalam sambutannya, Bupati Dony mengapresiasi pelaksanaan Homecoming Festival IKA Unpad yang mempertemukan keluarga besar Unpad dari berbagai generasi di kawasan Jatinangor.

‎

‎Menurutnya, hubungan antara Unpad, para alumni, dan Pemerintah Kabupaten Sumedang perlu terus diperkuat, khususnya dalam mendorong kemajuan kawasan Jatinangor sebagai salah satu pusat pendidikan di Jawa Barat.

‎

‎Namun, di tengah momentum tersebut, Dony turut menyoroti persoalan kendaraan berat yang masih melintas di kawasan Jatinangor.

‎

‎Ia menilai, sebagai kawasan pendidikan, Jatinangor membutuhkan pengaturan lalu lintas yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi aktivitas akademik maupun masyarakat sekitar.

‎

‎Dony mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang telah menyampaikan surat kepada Kementerian Perhubungan terkait usulan pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas yang melintas di kawasan Jatinangor.

‎

‎Salah satu opsi yang didorong adalah pengaturan atau pembatasan waktu operasional kendaraan berat.

‎

‎Selain menyampaikan usulan kepada pemerintah pusat, Pemkab Sumedang juga telah memberikan imbauan kepada pengemudi kendaraan berat agar memanfaatkan jalan tol. Petugas di lapangan turut ditempatkan untuk mengarahkan kendaraan berat agar tidak melintasi kawasan Jatinangor.

‎

‎“Ini harus kita dorong bersama. Pemda, Unpad, alumni, sama-sama mengimbau pemilik kendaraan sumbu tiga ke atas untuk tidak lewat Jatinangor dan mendorong Kementerian Perhubungan segera membuat aturan,” ujar Dony.

‎

‎Dony menegaskan, keterbatasan kewenangan pemerintah daerah karena sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut berstatus jalan nasional tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti mencari solusi.

‎

‎“Risiko pemimpin memang selalu ada sorotan. Itu realitas yang harus dihadapi. Justru menambah semangat untuk terus menghadirkan solusi,” katanya.

‎

‎Sementara itu, Sekretaris Jenderal IKA Unpad Yhodhisman Soratha menyampaikan bahwa Homecoming Festival IKA Unpad 2026 menjadi momentum untuk memperkuat hubungan alumni dengan almamater.

‎

‎Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong kontribusi alumni dalam berbagai bidang bagi masyarakat dan Indonesia.

‎

‎Homecoming Festival IKA Unpad 2026 diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari penanaman dan adopsi pohon, Career Talk, pentas seni, bazar UMKM dan unit usaha Unpad, hingga berbagai rangkaian hiburan.

‎

‎Rangkaian kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan Jatinangor Music Fest yang menghadirkan sejumlah musisi nasional, di antaranya Dewa 19, Maliq & D’Essentials, dan Bernadya.

‎

‎Homecoming Festival IKA Unpad 2026 pun menjadi ruang pertemuan antara alumni, almamater, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mendorong kontribusi nyata bagi perkembangan Jatinangor dan Kabupaten Sumedang.

‎* Redaksi